PUTRAJAYA - Timbalan Perdana Menteri, Tan Sri Muhyiddin Yassin mengumumkan pengajaran dan pembelajaran Sains dan Matematik di sekolah kebangsaan akan dilaksanakan dalam Bahasa Malaysia berkuat kuasa pada 2012.
Beliau yang juga Menteri Pelajaran berkata, pengajaran dan pembelajaran Sains dan Matematik di sekolah jenis kebangsaan Cina dan Tamil pula akan dilaksanakan dalam bahasa ibunda mereka.
Muhyiddin berkata, Kabinet juga meluluskan cadangan memartabatkan Bahasa Malaysia dan memantapkan pengajaran dan pembelajaran Bahasa Inggeris di semua peringkat persekolahan.
"Strategi ini dirangka berdasarkan hasil kajian dan pemantauan Kementerian Pelajaran mengenai pengajaran dan pembelajaran Sains dan Matematik dalam Bahasa Inggeris (PPSMI) sejak ia dimulakan pada 2003,'' katanya pada sidang akhbar di sini semalam.
PPSMI diperkenalkan pada 2003 dan kumpulan pertama murid yang mempelajari Sains dan Matematik dalam Bahasa Inggeris sejak Tahun Satu ialah mereka yang menduduki Ujian Pencapaian Sekolah Rendah (UPSR) tahun lepas.
dipetik daripada http://www.kosmo.com.my/
Khamis, 9 Julai 2009
Isnin, 6 Julai 2009
Senarai Gaya Bahasa KOMSAS
1. Anafora -Pengulangan kata pada awal baris
Terbang kenanga terbang pohon
Terbang burung sering dipohon
2. Responsi -Pengulangan kata pada tengah-tengah baris
Sayang indah pergi Johor
Dia yang kupinta pergi datang
3. Epifora -Pengulangan kata pada akhir baris
Sayang Salmah hatinya pedih
Teruja sakitnya hati pedih
4. Repitasi / Repitisi -Pengulangan kata pada baris yang sama
Pergilah sayang pergi jauh
Hati ini hati yang dilukai
5. Simplok -Pengulangan kata pada awal dan akhir baris yang sama
Sayang seribu kali sayang
Hanya aku yang kau kenali
6. Sinkof / Sinkope -Penggunaan singkatan kata
Ku, mu, mau, tak, nak, mak
7. Metafora -Perbandingan secara tidak langsung atau kiasan atau perbandingan yang mempunyai dua kata yang berisi konkrit dan abstrak.
Bukit-bukit harapan
*Bukit ( unsur konkrit)
*harapan ( unsur abstrak)
Hatinya mengalir sungai duka
*sungai (unsur konkrit)
*duka (unsur abstrak)
8. Simile -Perbandingan atau kiasan secara langsung yang bersendi laksana, seperti, bak, umpama, bagaikan dan sebagainya
Seperti kolek terdampar di pasir
Bagai buih kecil di air
9. Personifikasi -Penggunaan unsur kemanusiaan terhadap unsur bukan manusia
Kebosanan menggigit pangkal rasa
*kebosanan bukan manusia, kebosanan tidak boleh menggigit.
10. Hiperbola -Penggunaan unsur yang melampau
Cinta kepadanya cinta jutaan bunga-bungaan
*manusia tak mungkin dapat cinta akan berjuta-juta bunga
Sekarang Kumpulkan tenaga raksasa
*manusia tak mungkin dapat mengumpulkan tenaga seperti raksasa
Seribu tahun kembali juga
*manusia tak mungkin berjumpa selepas seribu tahun
11. Hybrid-Penyatuan dua kata menjadi satu kata
Bertanggungjawab
*Tanggung + jawab
Ketidakpastian
*Tidak + pasti
12. Inversi- Pembalikan kata
Aduhai adinda berpesan adik
*Sepatutnya ditulis Aduhai adinda adik berpesan
13. Paradoks -Penggunaan unsur positif dan negatif dalam satu baris puisi
Menangis dalam kegembiraan
*Menangis – unsur negatif
*Kegembiraan – unsur positif
14. Asonansi -Pengulangan bunyi vokal
Aduhai malang Pak Kaduk
*pengulangan huruf vokal "a"
15. Aliterasi- Pengulangan bunyi konsonan
Ayamnya menang kampung tergadai
*Pengulangan huruf konsonan "m"
16. Imejan -Penggunaan unsur alam
Sungai, laut, bukit, tasik
Nada dalam sajak
Melankolik -sedih
Patriotisme -Cinta akan negara
Sinis -Mengejek / menyindir
Romantis/Romantik -Kegembiraan / kebahagiaan
Protes -Membangkang
Ironi -Keadaan yang menunjukkan penentangan
Ode / Oda -Memuji atau menyanjung
Rima akhir
Sajak -Bebas
Syair -a,a,a,a
Pantun -a,b,a,b
Bentuk dalam sajak
Distikhon -----Dua baris setiap rangkap
Terzina -----Tiga baris setiap rangkap
Kuatren -----Empat baris setiap rangkap
Kuantren -----Lima baris setiap rangkap
Sestet -----Enam baris setiap rangkap
Septet -----Tujuh baris setiap rangkap
Oktaf -----Lapan baris setiap rangkap
Soneta -----Empat belas baris setiap rangkap
dipetik daripada http://cikgutancl.blogspot.com
Terbang kenanga terbang pohon
Terbang burung sering dipohon
2. Responsi -Pengulangan kata pada tengah-tengah baris
Sayang indah pergi Johor
Dia yang kupinta pergi datang
3. Epifora -Pengulangan kata pada akhir baris
Sayang Salmah hatinya pedih
Teruja sakitnya hati pedih
4. Repitasi / Repitisi -Pengulangan kata pada baris yang sama
Pergilah sayang pergi jauh
Hati ini hati yang dilukai
5. Simplok -Pengulangan kata pada awal dan akhir baris yang sama
Sayang seribu kali sayang
Hanya aku yang kau kenali
6. Sinkof / Sinkope -Penggunaan singkatan kata
Ku, mu, mau, tak, nak, mak
7. Metafora -Perbandingan secara tidak langsung atau kiasan atau perbandingan yang mempunyai dua kata yang berisi konkrit dan abstrak.
Bukit-bukit harapan
*Bukit ( unsur konkrit)
*harapan ( unsur abstrak)
Hatinya mengalir sungai duka
*sungai (unsur konkrit)
*duka (unsur abstrak)
8. Simile -Perbandingan atau kiasan secara langsung yang bersendi laksana, seperti, bak, umpama, bagaikan dan sebagainya
Seperti kolek terdampar di pasir
Bagai buih kecil di air
9. Personifikasi -Penggunaan unsur kemanusiaan terhadap unsur bukan manusia
Kebosanan menggigit pangkal rasa
*kebosanan bukan manusia, kebosanan tidak boleh menggigit.
10. Hiperbola -Penggunaan unsur yang melampau
Cinta kepadanya cinta jutaan bunga-bungaan
*manusia tak mungkin dapat cinta akan berjuta-juta bunga
Sekarang Kumpulkan tenaga raksasa
*manusia tak mungkin dapat mengumpulkan tenaga seperti raksasa
Seribu tahun kembali juga
*manusia tak mungkin berjumpa selepas seribu tahun
11. Hybrid-Penyatuan dua kata menjadi satu kata
Bertanggungjawab
*Tanggung + jawab
Ketidakpastian
*Tidak + pasti
12. Inversi- Pembalikan kata
Aduhai adinda berpesan adik
*Sepatutnya ditulis Aduhai adinda adik berpesan
13. Paradoks -Penggunaan unsur positif dan negatif dalam satu baris puisi
Menangis dalam kegembiraan
*Menangis – unsur negatif
*Kegembiraan – unsur positif
14. Asonansi -Pengulangan bunyi vokal
Aduhai malang Pak Kaduk
*pengulangan huruf vokal "a"
15. Aliterasi- Pengulangan bunyi konsonan
Ayamnya menang kampung tergadai
*Pengulangan huruf konsonan "m"
16. Imejan -Penggunaan unsur alam
Sungai, laut, bukit, tasik
Nada dalam sajak
Melankolik -sedih
Patriotisme -Cinta akan negara
Sinis -Mengejek / menyindir
Romantis/Romantik -Kegembiraan / kebahagiaan
Protes -Membangkang
Ironi -Keadaan yang menunjukkan penentangan
Ode / Oda -Memuji atau menyanjung
Rima akhir
Sajak -Bebas
Syair -a,a,a,a
Pantun -a,b,a,b
Bentuk dalam sajak
Distikhon -----Dua baris setiap rangkap
Terzina -----Tiga baris setiap rangkap
Kuatren -----Empat baris setiap rangkap
Kuantren -----Lima baris setiap rangkap
Sestet -----Enam baris setiap rangkap
Septet -----Tujuh baris setiap rangkap
Oktaf -----Lapan baris setiap rangkap
Soneta -----Empat belas baris setiap rangkap
dipetik daripada http://cikgutancl.blogspot.com
Rabu, 1 Julai 2009
Michael Jackson in memories
You Are Not Alone
Another day has gone
I'm still all alone
How could this be
You're not here with me
You never said goodbye
Someone tell me why
Did you have to go
And leave my world so cold
Everyday I sit and ask myself
How did love slip away
Something whispers in my ear and says
That you are not alone
For I am here with you
Though you're far away
I am here to stay
But you are not alone
For I am here with you
Though we're far apart
You're always in my heart
But you are not alone
'Lone, 'lone
Why, 'lone
Just the other night
I thought I heard you cry
Asking me to come
And hold you in my arms
I can hear your prayers
Your burdens I will bear
But first I need your hand
Then forever can begin
Everyday I sit and ask myself
How did love slip away
Something whispers in my ear and says
That you are not alone
For I am here with you
Though you're far away
I am here to stay
For you are not alone
For I am here with you
Though we're far apart
You're always in my heart
For you are not alone
Whisper three words and I'll come runnin'
And girl you know that I'll be there
I'll be there
You are not alone
For I am here with you
Though you're far away
I am here to stay
For you are not alone
For I am here with you
Though we're far apart
You're always in my heart
For you are not alone
For I am here with you
Though you're far away
I am here to stay
For you are not alone
For I am here with you
Though we're far apart
You're always in my heart
For you are not alone...
Another day has gone
I'm still all alone
How could this be
You're not here with me
You never said goodbye
Someone tell me why
Did you have to go
And leave my world so cold
Everyday I sit and ask myself
How did love slip away
Something whispers in my ear and says
That you are not alone
For I am here with you
Though you're far away
I am here to stay
But you are not alone
For I am here with you
Though we're far apart
You're always in my heart
But you are not alone
'Lone, 'lone
Why, 'lone
Just the other night
I thought I heard you cry
Asking me to come
And hold you in my arms
I can hear your prayers
Your burdens I will bear
But first I need your hand
Then forever can begin
Everyday I sit and ask myself
How did love slip away
Something whispers in my ear and says
That you are not alone
For I am here with you
Though you're far away
I am here to stay
For you are not alone
For I am here with you
Though we're far apart
You're always in my heart
For you are not alone
Whisper three words and I'll come runnin'
And girl you know that I'll be there
I'll be there
You are not alone
For I am here with you
Though you're far away
I am here to stay
For you are not alone
For I am here with you
Though we're far apart
You're always in my heart
For you are not alone
For I am here with you
Though you're far away
I am here to stay
For you are not alone
For I am here with you
Though we're far apart
You're always in my heart
For you are not alone...
Selasa, 30 Jun 2009
Sajak (Mata Ayah dan Seuntai Kata Untuk Dirasa)
Mata Ayah
Maksud
Rangkap 1
Penyajak pulang ke kampung disambut oleh ayahnya yang telah tua dengan perasaan gembira.
Rangkap 2
Walaupun ayahnyan gembira, penyajak dapat merasakan bahawa ayahnya itu hidup dalam penderitaan.
Rangkap 3
Penyajak sedar bahawa ayahnya itu tidak mahu menunjukkan penderitaan yang ditanggung kepada penyajak yang pulang ke kampung untuk menikmati beras.
Rangkap 4
Walaupun ayahnya sendiri telah rela menerima penderitaan tersebut sebagai sebahagian daripada kehidupan yang mesti dilalui, penyajak sanga sedih melihat penderitaan yang ditanggung oleh ayahnya.
Tema
Sajak Mata Ayah mengungkapkan tema tentang kemanusiaan, iaitu pengorbanan dan kasih sayang seorang ayah terhadap anaknya.
Persoalan
Peranan dan tanggungjawab anak untuk membalas jasa ibu bapa yang telah banyak berkorban.
Kegigihan seorang ayah untuk meneruskan penghiduupan yang penuh penderitaan.
Bertakwa, iaitu bersyukur dan menyerah diri kepada Allah SWT walaupun hidup menderita.
Bentuk
Berbentuk kuatren, iaitu terdiri daripada empat baris ayat dalam satu-satu rangkap dan bentuknya menyerupai pantun.
Terdapat empat rangkap
Jumlah kata yang digunakan ialah antara empat hingga sepuluh patah kata.
Sembilan hingga dua puluh kata setiap baris
Rima sajak ini bebas dan tidak terikat. Contohnya:
Rangkap 1: abbb
Rangkap 2: abca
Rangkap 3: abcd
Rangkap 4: abcb
Nada : Melankolik
Unsur-unsur bunyi
Asonasi
Dalam sajak ini terdapat pengulangan bunyi-bunyi vokal iaitu, a,e,i,o,u
Contohnya: Tapi matanya, mata yang menatapku (pengulangan vokal a)
Aliterasi
Dalam sajak ini terdapat pengulangan bunyi-bunyi konsonan.
Contohnya: Mataku tersenyum, matanya menyapa (pengulangan konsonan n)
Unsur-unsur bahasa
Diksi
Pemilihan kata-kata yang tepat dan puitis.
Contohnya: mataku tersenyum, matanya menyapa
Personifikasi
Personifikasi merupakan pemberian sifat-sifat manusia kepada sesuatu benda, binatang, tumbuh-tumbuhan, keadaan atau peristiwa.
Contohnya : Kelibat senyum matanya masih jua ramah.
Simile
Perumpamaan yang secara jelas mengungkapkan sesuatu perbandingan atau persamaan dengan menggunakn kata seperti, bagai, umpama, dan sebagainya.
Contohnya: bagai dalam suratnya dengan kata-kata riang
Metafora
Metafora merupakan gaya bahasa yang menunjukkan perbandingan . Biasanya metafora terdiri daripada dua patah kata.
Contohnya: pudar bulan pagi
Kolam-kolam derita
Nilai-nilai dan pengajaran.
1. Tanggungjawab > kita perlu bertanggungjawab kepada keluarga.
2. Pengorbanan > kita mesti menghargai pengorbanan ibu bapa.
3. Taat perintah Tuhan > kita hendaklah taat perintah Tuhan
4. Ketabahan > kita mesti tabah menghadapai dugaan hidup.
5. Bersyukur > janganlah kita menyalahkan takdir.
6. Anak-anak harus menjalinkan hubungan yang mesra dengan ibu bapa supaya mereka hidup gembira.
7. Anak-anak bertanggungjawab untuk membantu ibu bapa sama ada dalam bentuk material ataupun moral lebih-lebih lagi jikalau mereka telah tua, uzur dan miskin. Jasa ibu bapa sebenarnya tidak dapat dinilai dengan wang ringgit.
8. Masyarakat perlu prihatin dan mengambil langkah-langkah yang positif untuk membantu kaum petani supaya mereka memperolehi pendapatan yang setimpal dengan usaha-usaha yang telah dicurahkan agar mereka dapat menikmati hidup yang lebih sempurna.
Seuntai kata untuk dirasa
Maksud
Rangkap 1
Seseorang yang mempunyai cita-cita dalam hidup, mereka hendaklah berusaha dengan gigih untuk mencapai cita-cita tersebut. Jangan leka atau membiarkan masa itu berlalu begitu sahaja.
Rangkap 2
Dalam usaha mengejar cita-cita tersebut, kita hendaklah mengamalkan prinsip hidup “diam-diam berisi” iaitu berusaha secara berterusan tanpa kenal erti putus asa sehingga berjaya. Bukan seperti “ayam bertelur sebiji riuh sekampung” yang cakap besar, berlagak ke sana ke mari tetapi gagal dalam semua perkara.
Rangkap 3
Sekarang telah tiba masanya untuk kita mengubah sikap. Janganlah asyik berangan-angan atau cakap yang sia-sia, sebaliknya kita tumpukan perhatian dan kekuatan untuk menyusun strategi bagaimana hendak memperoleh kejayaan agar menjadi manusia yang berguna.
Tema
Sajak ini mengungkapkan tema semangat perjuangan untuk mencapai cita-cita dalam kehidupan.
Persoalan
Kepentingan cita-cita dalam kehidupan manusia. Setiap individu perlu mempunyai cita-cita dalam hidup supaya dapat memberikan semangat dan azam kearah melaksanakan cita-cita.
Perancangan sangat penting untuk memastikan segala yang dirancang dapat dicapai.
Kita mestilah mengamalkan falsafah hidup yang positif supaya segala tindakan yang diambil menjurus kearah kesempurnaan.
Bentuk
Berbentuk kuatren, iaitu terdiri daripada empat baris dalam satu-satu rangkap dan bentuknya menyerupai pantun.
Jumlah kata dalam baris adalah seimbang, iaitu empat patah kata.
Rima sajak ini bebas dan tidak terikat kecuali pada rangkap pertama sajak.
Rangkap 1: aaaa (rima akhir berbentuk syair)
Rangkap 2: aabb
Rangkap 3: aaba
Nada : Sinis
Unsur-unsur bunyi
Asonasi
Terdapat pengulangan bunyi-bunyi vokal iaitu a,e,i,o,u.
Contohnya: panas usah membakar dada
Aliterasi
Terdapat pengulangan bunyi-bunyi konsonan .
Contohnya: suara usah mengegar sahaja
Unsur-unsur bahasa
Diksi
Pemilihan kata-kata yang tepat dan puitis
Contohnya : tiba sat berbunga merah
Peribahasa
Contohnya: ayam bertelur riuh sekampung tahu
Pengulangan
Terdapat pengulangan kata pada tengah baris.
Contohnya: panas usah membakar dada
Suara usah mengegar sahaja
Nilai dan pengajaran
1. Setiap orang mesti mempunyai cita-cita dalam hidup supaya mereka ada arah tujuan yang tertentu.
2. Orang yang berjaya ialah orang yang ada perancangan dalam hidup. Mereka merancang langkah-langkah yang patut diambil supaya cita-cita yang diidamkan tercapai.
3. Langkah pertama kearah kejayaan hidup ialah berfikir kea rah positif dan sentantiasa berfikiran terbuka.
4. Orang yang mahu menjadi manusia yang berjaya mestilah mengamalkan falsafah hidup yang mendorong mereka ke arah kejayaan.
5. Kita mestilah gigih berusaha dan janganlah suka meninggi diri.
6. Kita mestilah bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas dan mestilah sentiasa bermuafakat dalam melaksanakan sesuatu tugas.
Maksud
Rangkap 1
Penyajak pulang ke kampung disambut oleh ayahnya yang telah tua dengan perasaan gembira.
Rangkap 2
Walaupun ayahnyan gembira, penyajak dapat merasakan bahawa ayahnya itu hidup dalam penderitaan.
Rangkap 3
Penyajak sedar bahawa ayahnya itu tidak mahu menunjukkan penderitaan yang ditanggung kepada penyajak yang pulang ke kampung untuk menikmati beras.
Rangkap 4
Walaupun ayahnya sendiri telah rela menerima penderitaan tersebut sebagai sebahagian daripada kehidupan yang mesti dilalui, penyajak sanga sedih melihat penderitaan yang ditanggung oleh ayahnya.
Tema
Sajak Mata Ayah mengungkapkan tema tentang kemanusiaan, iaitu pengorbanan dan kasih sayang seorang ayah terhadap anaknya.
Persoalan
Peranan dan tanggungjawab anak untuk membalas jasa ibu bapa yang telah banyak berkorban.
Kegigihan seorang ayah untuk meneruskan penghiduupan yang penuh penderitaan.
Bertakwa, iaitu bersyukur dan menyerah diri kepada Allah SWT walaupun hidup menderita.
Bentuk
Berbentuk kuatren, iaitu terdiri daripada empat baris ayat dalam satu-satu rangkap dan bentuknya menyerupai pantun.
Terdapat empat rangkap
Jumlah kata yang digunakan ialah antara empat hingga sepuluh patah kata.
Sembilan hingga dua puluh kata setiap baris
Rima sajak ini bebas dan tidak terikat. Contohnya:
Rangkap 1: abbb
Rangkap 2: abca
Rangkap 3: abcd
Rangkap 4: abcb
Nada : Melankolik
Unsur-unsur bunyi
Asonasi
Dalam sajak ini terdapat pengulangan bunyi-bunyi vokal iaitu, a,e,i,o,u
Contohnya: Tapi matanya, mata yang menatapku (pengulangan vokal a)
Aliterasi
Dalam sajak ini terdapat pengulangan bunyi-bunyi konsonan.
Contohnya: Mataku tersenyum, matanya menyapa (pengulangan konsonan n)
Unsur-unsur bahasa
Diksi
Pemilihan kata-kata yang tepat dan puitis.
Contohnya: mataku tersenyum, matanya menyapa
Personifikasi
Personifikasi merupakan pemberian sifat-sifat manusia kepada sesuatu benda, binatang, tumbuh-tumbuhan, keadaan atau peristiwa.
Contohnya : Kelibat senyum matanya masih jua ramah.
Simile
Perumpamaan yang secara jelas mengungkapkan sesuatu perbandingan atau persamaan dengan menggunakn kata seperti, bagai, umpama, dan sebagainya.
Contohnya: bagai dalam suratnya dengan kata-kata riang
Metafora
Metafora merupakan gaya bahasa yang menunjukkan perbandingan . Biasanya metafora terdiri daripada dua patah kata.
Contohnya: pudar bulan pagi
Kolam-kolam derita
Nilai-nilai dan pengajaran.
1. Tanggungjawab > kita perlu bertanggungjawab kepada keluarga.
2. Pengorbanan > kita mesti menghargai pengorbanan ibu bapa.
3. Taat perintah Tuhan > kita hendaklah taat perintah Tuhan
4. Ketabahan > kita mesti tabah menghadapai dugaan hidup.
5. Bersyukur > janganlah kita menyalahkan takdir.
6. Anak-anak harus menjalinkan hubungan yang mesra dengan ibu bapa supaya mereka hidup gembira.
7. Anak-anak bertanggungjawab untuk membantu ibu bapa sama ada dalam bentuk material ataupun moral lebih-lebih lagi jikalau mereka telah tua, uzur dan miskin. Jasa ibu bapa sebenarnya tidak dapat dinilai dengan wang ringgit.
8. Masyarakat perlu prihatin dan mengambil langkah-langkah yang positif untuk membantu kaum petani supaya mereka memperolehi pendapatan yang setimpal dengan usaha-usaha yang telah dicurahkan agar mereka dapat menikmati hidup yang lebih sempurna.
Seuntai kata untuk dirasa
Maksud
Rangkap 1
Seseorang yang mempunyai cita-cita dalam hidup, mereka hendaklah berusaha dengan gigih untuk mencapai cita-cita tersebut. Jangan leka atau membiarkan masa itu berlalu begitu sahaja.
Rangkap 2
Dalam usaha mengejar cita-cita tersebut, kita hendaklah mengamalkan prinsip hidup “diam-diam berisi” iaitu berusaha secara berterusan tanpa kenal erti putus asa sehingga berjaya. Bukan seperti “ayam bertelur sebiji riuh sekampung” yang cakap besar, berlagak ke sana ke mari tetapi gagal dalam semua perkara.
Rangkap 3
Sekarang telah tiba masanya untuk kita mengubah sikap. Janganlah asyik berangan-angan atau cakap yang sia-sia, sebaliknya kita tumpukan perhatian dan kekuatan untuk menyusun strategi bagaimana hendak memperoleh kejayaan agar menjadi manusia yang berguna.
Tema
Sajak ini mengungkapkan tema semangat perjuangan untuk mencapai cita-cita dalam kehidupan.
Persoalan
Kepentingan cita-cita dalam kehidupan manusia. Setiap individu perlu mempunyai cita-cita dalam hidup supaya dapat memberikan semangat dan azam kearah melaksanakan cita-cita.
Perancangan sangat penting untuk memastikan segala yang dirancang dapat dicapai.
Kita mestilah mengamalkan falsafah hidup yang positif supaya segala tindakan yang diambil menjurus kearah kesempurnaan.
Bentuk
Berbentuk kuatren, iaitu terdiri daripada empat baris dalam satu-satu rangkap dan bentuknya menyerupai pantun.
Jumlah kata dalam baris adalah seimbang, iaitu empat patah kata.
Rima sajak ini bebas dan tidak terikat kecuali pada rangkap pertama sajak.
Rangkap 1: aaaa (rima akhir berbentuk syair)
Rangkap 2: aabb
Rangkap 3: aaba
Nada : Sinis
Unsur-unsur bunyi
Asonasi
Terdapat pengulangan bunyi-bunyi vokal iaitu a,e,i,o,u.
Contohnya: panas usah membakar dada
Aliterasi
Terdapat pengulangan bunyi-bunyi konsonan .
Contohnya: suara usah mengegar sahaja
Unsur-unsur bahasa
Diksi
Pemilihan kata-kata yang tepat dan puitis
Contohnya : tiba sat berbunga merah
Peribahasa
Contohnya: ayam bertelur riuh sekampung tahu
Pengulangan
Terdapat pengulangan kata pada tengah baris.
Contohnya: panas usah membakar dada
Suara usah mengegar sahaja
Nilai dan pengajaran
1. Setiap orang mesti mempunyai cita-cita dalam hidup supaya mereka ada arah tujuan yang tertentu.
2. Orang yang berjaya ialah orang yang ada perancangan dalam hidup. Mereka merancang langkah-langkah yang patut diambil supaya cita-cita yang diidamkan tercapai.
3. Langkah pertama kearah kejayaan hidup ialah berfikir kea rah positif dan sentantiasa berfikiran terbuka.
4. Orang yang mahu menjadi manusia yang berjaya mestilah mengamalkan falsafah hidup yang mendorong mereka ke arah kejayaan.
5. Kita mestilah gigih berusaha dan janganlah suka meninggi diri.
6. Kita mestilah bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas dan mestilah sentiasa bermuafakat dalam melaksanakan sesuatu tugas.
Isnin, 29 Jun 2009
Suruhanjaya Pilihanraya (SPR)
Suruhanjaya Pilihan Raya Malaysia ditubuhkan pada 4 September 1957 mengikut Perkara 114 Perlembagaan Persekutuan. Semasa penubuhannya Suruhanjaya Pilihan Raya dianggotai oleh seorang Pengerusi dan 2 orang Ahli.
Pengerusi pertama Suruhanjaya ialah Y.Bhg. Dato' Dr. Mustafa Albakri bin Haji Hassan, manakala Ahli-ahlinya terdiri daripada Encik Lee Ewe Boon dan Encik Ditt Singh.
Berikutan dengan penubuhan Malaysia pada tahun 1963, bilangan Ahli Suruhanjaya ditambah kepada 3 orang. Ahli tambahan itu sama ada dari Sabah atau Sarawak yang dilantik secara bergilir. Y.Bhg. Datuk Abang Haji Marzuki bin Nor dari Sarawak menjadi ahli pertama mewakili 2 negeri berkenaan. Pada tahun 1981, pindaan ke atas Perkara 114 Perlembagaan Persekutuan dibuat bagi membolehkan pelantikan seorang Timbalan Pengerusi. Encik Abdul Rahman bin Abu Hassan merupakan orang pertama mengisi jawatan Timbalan Pengerusi. Pada tahun 2002, pindaan kepada Perlembagaan Persekutuan diluluskan bagi menambah keanggotaan Suruhanjaya Pilihan Raya menjadi 7 orang iaitu Seorang Pengerusi, seorang Timbalan Pengerusi dan 5 orang Ahli termasuk seorang ahli dari Sabah dan seorang ahli dari Sarawak. Bagi membolehkan ia menjalankan fungsinya, Suruhanjaya Pilihan Raya membentuk sebuah Urus Setia yang diketuai oleh seorang Setiausaha. Setiausaha ini berperanan sebagai ketua pentadbir bagi urus setia berkenaan. Setiausaha pertama yang dilantik ialah Encik H. Cassidy yang berkhidmat dari tahun 1957 hingga 1958.
Sejak penubuhannya pada tahun 1957 sehingga 1978, Ibu Pejabat Suruhanjaya terletak di Bangunan Sultan Abdul Samad, Jalan Clark, Kuala Lumpur. Dari tahun 1978 hingga 1985 Suruhanjaya Pilihan Raya beroperasi di Bangunan Yayasan Selangor, Jalan Bukit Bintang, Kuala Lumpur. Pada tahun 1985 ia berpindah ke Bangunan Tong Ah, Jalan P.Ramlee dan beroperasi di sana sehingga tahun 1988 sebelum berpindah pula ke Aras 5-8, Menara Bank Pembangunan, Jalan Sultan Ismail, Kuala Lumpur. Pada bulan November 2000 Ibu Pejabat Suruhanjaya berpindah ke lokasi sekarang di Putrajaya.
Fungsi utama Suruhanjaya Pilihan Raya adalah seperti yang berikut:-
1) membuat kajian dan persempadanan semula Bahagian-bahagian Pilihan Raya Parlimen dan Negeri setiap tidak kurang daripada 8 tahun selepas tarikh siapnya urusan kajian dan persempadanan semula yang terdahulu;
2) menjalankan urusan pendaftaran pemilih dan semakan daftar pemilih; dan
3) menjalankan pilihan raya umum ke Dewan Rakyat dan Dewan Undangan Negeri, dan menjalankan pilihan raya kecil sekiranya berlaku kekosongan.
SPR mengendalikan dua jenis pilihan raya iaitu pilihan raya umum dan pilihan raya kecil.
Pilihan raya umum diadakan bagi memilih ahli-ahli Dewan Rakyat dan Dewan Undangan Negeri. Pilihan raya ini boleh diadakan serentak atau berasingan.
Pilihan raya kecil diadakan apabila berlaku kekosongan seperti kematian wakil bagi mana-mana bahagian pilihan raya sama ada Dewan Rakyat atau Dewan Undangan Negeri, perletakan jawatan, perlucutan jawatan atau mana-mana sebab lain yag menyebabkan berlakunya kekosongan itu.
Pilihan raya kecil mestilah diadakan dalam tempoh 60 hari selepas berlakunya kekosongan itu.
Pengerusi pertama Suruhanjaya ialah Y.Bhg. Dato' Dr. Mustafa Albakri bin Haji Hassan, manakala Ahli-ahlinya terdiri daripada Encik Lee Ewe Boon dan Encik Ditt Singh.
Berikutan dengan penubuhan Malaysia pada tahun 1963, bilangan Ahli Suruhanjaya ditambah kepada 3 orang. Ahli tambahan itu sama ada dari Sabah atau Sarawak yang dilantik secara bergilir. Y.Bhg. Datuk Abang Haji Marzuki bin Nor dari Sarawak menjadi ahli pertama mewakili 2 negeri berkenaan. Pada tahun 1981, pindaan ke atas Perkara 114 Perlembagaan Persekutuan dibuat bagi membolehkan pelantikan seorang Timbalan Pengerusi. Encik Abdul Rahman bin Abu Hassan merupakan orang pertama mengisi jawatan Timbalan Pengerusi. Pada tahun 2002, pindaan kepada Perlembagaan Persekutuan diluluskan bagi menambah keanggotaan Suruhanjaya Pilihan Raya menjadi 7 orang iaitu Seorang Pengerusi, seorang Timbalan Pengerusi dan 5 orang Ahli termasuk seorang ahli dari Sabah dan seorang ahli dari Sarawak. Bagi membolehkan ia menjalankan fungsinya, Suruhanjaya Pilihan Raya membentuk sebuah Urus Setia yang diketuai oleh seorang Setiausaha. Setiausaha ini berperanan sebagai ketua pentadbir bagi urus setia berkenaan. Setiausaha pertama yang dilantik ialah Encik H. Cassidy yang berkhidmat dari tahun 1957 hingga 1958.
Sejak penubuhannya pada tahun 1957 sehingga 1978, Ibu Pejabat Suruhanjaya terletak di Bangunan Sultan Abdul Samad, Jalan Clark, Kuala Lumpur. Dari tahun 1978 hingga 1985 Suruhanjaya Pilihan Raya beroperasi di Bangunan Yayasan Selangor, Jalan Bukit Bintang, Kuala Lumpur. Pada tahun 1985 ia berpindah ke Bangunan Tong Ah, Jalan P.Ramlee dan beroperasi di sana sehingga tahun 1988 sebelum berpindah pula ke Aras 5-8, Menara Bank Pembangunan, Jalan Sultan Ismail, Kuala Lumpur. Pada bulan November 2000 Ibu Pejabat Suruhanjaya berpindah ke lokasi sekarang di Putrajaya.
Fungsi utama Suruhanjaya Pilihan Raya adalah seperti yang berikut:-
1) membuat kajian dan persempadanan semula Bahagian-bahagian Pilihan Raya Parlimen dan Negeri setiap tidak kurang daripada 8 tahun selepas tarikh siapnya urusan kajian dan persempadanan semula yang terdahulu;
2) menjalankan urusan pendaftaran pemilih dan semakan daftar pemilih; dan
3) menjalankan pilihan raya umum ke Dewan Rakyat dan Dewan Undangan Negeri, dan menjalankan pilihan raya kecil sekiranya berlaku kekosongan.
SPR mengendalikan dua jenis pilihan raya iaitu pilihan raya umum dan pilihan raya kecil.
Pilihan raya umum diadakan bagi memilih ahli-ahli Dewan Rakyat dan Dewan Undangan Negeri. Pilihan raya ini boleh diadakan serentak atau berasingan.
Pilihan raya kecil diadakan apabila berlaku kekosongan seperti kematian wakil bagi mana-mana bahagian pilihan raya sama ada Dewan Rakyat atau Dewan Undangan Negeri, perletakan jawatan, perlucutan jawatan atau mana-mana sebab lain yag menyebabkan berlakunya kekosongan itu.
Pilihan raya kecil mestilah diadakan dalam tempoh 60 hari selepas berlakunya kekosongan itu.
Tentang Parlimen lagi
Pembubaran Parlimen
Berdasarkan Perkara 55, Perlembagaan Persekutuan memperuntukkan bahawa hanya Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong sahaja yang boleh memanggil Parlimen untuk bersidang. Baginda juga mempunyai kuasa istimewa untuk memberhenti atau membubarkan Parlimen.
Parlimen Persekutuan merupakan badan perundangan yang tertinggi di Malaysia. Melainkan jika dibubarkan terlebih dahulu. Parlimen akan terus berjalan selama lima tahun, dari tarikh mesyuarat pertamanya selepas Pilihanraya Umum.
Pada penghujung tempoh lima tahun ini, Parlimen dengan sendirinya dibubarkan dan dalam masa 60 hari dari tarikh pembubaran Parlimen, Pilihanraya Umum bagi memilih wakil-wakil untuk Dewan Rakyat hendaklah diadakan, dan Parlimen dipanggil bermesyuarat pada suatu tarikh yang tidak lewat daripada 120 hari dari tarikh pembubarannya.
Penamaan Calon
Suruhanjaya Pilihan Raya (SPR) akan bermesyuarat bagi menetapkan tarikh hari penamaan calon dan hari pengundian.
Seseorang yang ingin bertanding dalam pilihanraya (calon) hendaklah:
> warganegara Malaysia
> berumur 21 tahun ke atas
> bermastautin secara tetap dalam kawasan pilihanraya dan mendaftar dalam daftar pengundi dengan SPR
> tidak diistiharkan muflis oleh mahkamah dan sempurna akal
> tidak disabitkan dengan sesuatu kesalahan oleh mahkamah dan dihukum penjara tidka kurang daripada 12 bulan atau didenda tidak kurang daripada RM2000 dan belum mendapat pengampunan.
Calon boleh bertanding atas nama parti atau perseorangan dan perlu menyediakan wang RM10,000 sebagai wang pertaruhan untuk bertanding kerusi Dewan Rakyat dan RM5000 untuk kerusi Dewan Undangan Negeri.
Wang pertaruhan akan hilang jika calon gagal untuk meraih sekurang-kurangnya satu perlapan daripada jumlan undi yang diraih oleh calon-calon lain.
Kertas penamaan calon hendaklah diserahkan antara jam 9.00 hingga 11.00 pagi pada hari penamaan calon.
Kempen
Sebelum hari pengundian, calon-calon yang bertanding diberi peluang untuk berkempen bagi memancing undi. Tempoh berkempen bermaksud jarak masa antara hari penamaan calon dengna hari pengundian.
Kaedah berkempen diadakan dalam pelbagai bentuk seperti penyebara risalah, surat, pelekat, poster, ceramah serta kempen dari rumah ke rumah.
Semua kempen pilihan raya hendaklah ditamatkan sebelum jam 12.00 tengah malam menjelang hari pengundian.
Seseorang calon perlu mematuhi beberapa peraturan semasa berkempen seperti:
> tidak menggunakan tingkah laku atau peribadi seseorang sebagai bahan untuk berkempen atau memancing undi.
> memastikan semua risalah atau bahan bercetak yang diedarkan semasa berkempen menganudngi alat pencetak atau penerbit.
> mengelak daripada melakukan perbuatan menyogok atau menjamu sesiapa dengan tujuan untuk mempengaruhi orang itu membeli undi, tidak mengundi calon tertentu atau tidak keluar mengundi.
> menggunakan kekerasan atau paksaan untuk memancing undi.
> memberi rasuah dengna niat untuk memancing undi.
Pengundian
Dalam sebuah demokrasi, "pengundian" biasanya melibatkan pilihan raya, iaitu satu cara untuk para pengundi memilih calon untuk jawatan. Dalam politik, "pengundian" ialah cara untuk para pengundi dalam sebuah demokrasi untuk melantik wakil-wakil untuk kerajaan mereka. Undi ialah pemilihan seseorang calon (atau sekumpulan calon) dengan penandaan pada kertas undi.
Pada hari pengundian, semua pengudi yang telah berdaftar dengan SPR akan keluar mengundi mulai jam 8.00 pagi hingga 5.30 petang pada hari yang sama.
Pengundian hanya dijalankan di tempat-tempat yang telah diwartakan.
Hanya pengundi yang memenuhi kelayakan sahaja dibenarkan untuk mengundi iaitu:
> berumur 21 tahun dan ke atas dan mendaftar dengan SPR.
> mengundi di kawasan yang didaftarkan sahaja.
> warganegara Malaysia dan waras akal fikiran.
Pengundi mengundi calon dengan menandakan tanda pangkah(X) dalam ruang yang bertentangan dengan nama atau simbol calon. Kertas undi yang telah ditanda hendaklah dimasukkan ke dalam peti undi.
Pengiraan Undi
Undi akan dikira untuk menentukan pemenang yang akan menjadi wakil rakyat dalam sesuatu kawasan.
Pengiraan undi dilakukan di tempat mengundi yang telah ditetapkan oleh Pegawai Pengurus Pilihan Raya.
Hanya beberapa individu yang dibenarkan berada di tempat mengira undi iaitu:
> ahli dan pegawai SPR
> pegawai yang dilantik oleh SPR
> kerani mengira undi
> calon, wakil calon dan ejen mengira undi bagi memastikan pengiraan dilakukan dengan adil dan betul.
Pengisytiharaan Pemenang
Selepas undi selesai dikira, penyata pengiraan undi akan dibawa kepada Pegawai Pengurus Pilihan Raya di tempat perjumlahan rasmi.
Keputusan Pilihan Raya akan diumumkan oleh Pegawai Pengurus Kawasan dan calon yang mendapat undi terbanyak diisytiharkan menang.
Pembentukan Kerajaan
Parti yang menang dengan kelebihan kerusi majoriti akan membentuk kerajaan.
Berdasarkan Perkara 55, Perlembagaan Persekutuan memperuntukkan bahawa hanya Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong sahaja yang boleh memanggil Parlimen untuk bersidang. Baginda juga mempunyai kuasa istimewa untuk memberhenti atau membubarkan Parlimen.
Parlimen Persekutuan merupakan badan perundangan yang tertinggi di Malaysia. Melainkan jika dibubarkan terlebih dahulu. Parlimen akan terus berjalan selama lima tahun, dari tarikh mesyuarat pertamanya selepas Pilihanraya Umum.
Pada penghujung tempoh lima tahun ini, Parlimen dengan sendirinya dibubarkan dan dalam masa 60 hari dari tarikh pembubaran Parlimen, Pilihanraya Umum bagi memilih wakil-wakil untuk Dewan Rakyat hendaklah diadakan, dan Parlimen dipanggil bermesyuarat pada suatu tarikh yang tidak lewat daripada 120 hari dari tarikh pembubarannya.
Penamaan Calon
Suruhanjaya Pilihan Raya (SPR) akan bermesyuarat bagi menetapkan tarikh hari penamaan calon dan hari pengundian.
Seseorang yang ingin bertanding dalam pilihanraya (calon) hendaklah:
> warganegara Malaysia
> berumur 21 tahun ke atas
> bermastautin secara tetap dalam kawasan pilihanraya dan mendaftar dalam daftar pengundi dengan SPR
> tidak diistiharkan muflis oleh mahkamah dan sempurna akal
> tidak disabitkan dengan sesuatu kesalahan oleh mahkamah dan dihukum penjara tidka kurang daripada 12 bulan atau didenda tidak kurang daripada RM2000 dan belum mendapat pengampunan.
Calon boleh bertanding atas nama parti atau perseorangan dan perlu menyediakan wang RM10,000 sebagai wang pertaruhan untuk bertanding kerusi Dewan Rakyat dan RM5000 untuk kerusi Dewan Undangan Negeri.
Wang pertaruhan akan hilang jika calon gagal untuk meraih sekurang-kurangnya satu perlapan daripada jumlan undi yang diraih oleh calon-calon lain.
Kertas penamaan calon hendaklah diserahkan antara jam 9.00 hingga 11.00 pagi pada hari penamaan calon.
Kempen
Sebelum hari pengundian, calon-calon yang bertanding diberi peluang untuk berkempen bagi memancing undi. Tempoh berkempen bermaksud jarak masa antara hari penamaan calon dengna hari pengundian.
Kaedah berkempen diadakan dalam pelbagai bentuk seperti penyebara risalah, surat, pelekat, poster, ceramah serta kempen dari rumah ke rumah.
Semua kempen pilihan raya hendaklah ditamatkan sebelum jam 12.00 tengah malam menjelang hari pengundian.
Seseorang calon perlu mematuhi beberapa peraturan semasa berkempen seperti:
> tidak menggunakan tingkah laku atau peribadi seseorang sebagai bahan untuk berkempen atau memancing undi.
> memastikan semua risalah atau bahan bercetak yang diedarkan semasa berkempen menganudngi alat pencetak atau penerbit.
> mengelak daripada melakukan perbuatan menyogok atau menjamu sesiapa dengan tujuan untuk mempengaruhi orang itu membeli undi, tidak mengundi calon tertentu atau tidak keluar mengundi.
> menggunakan kekerasan atau paksaan untuk memancing undi.
> memberi rasuah dengna niat untuk memancing undi.
Pengundian
Dalam sebuah demokrasi, "pengundian" biasanya melibatkan pilihan raya, iaitu satu cara untuk para pengundi memilih calon untuk jawatan. Dalam politik, "pengundian" ialah cara untuk para pengundi dalam sebuah demokrasi untuk melantik wakil-wakil untuk kerajaan mereka. Undi ialah pemilihan seseorang calon (atau sekumpulan calon) dengan penandaan pada kertas undi.
Pada hari pengundian, semua pengudi yang telah berdaftar dengan SPR akan keluar mengundi mulai jam 8.00 pagi hingga 5.30 petang pada hari yang sama.
Pengundian hanya dijalankan di tempat-tempat yang telah diwartakan.
Hanya pengundi yang memenuhi kelayakan sahaja dibenarkan untuk mengundi iaitu:
> berumur 21 tahun dan ke atas dan mendaftar dengan SPR.
> mengundi di kawasan yang didaftarkan sahaja.
> warganegara Malaysia dan waras akal fikiran.
Pengundi mengundi calon dengan menandakan tanda pangkah(X) dalam ruang yang bertentangan dengan nama atau simbol calon. Kertas undi yang telah ditanda hendaklah dimasukkan ke dalam peti undi.
Pengiraan Undi
Undi akan dikira untuk menentukan pemenang yang akan menjadi wakil rakyat dalam sesuatu kawasan.
Pengiraan undi dilakukan di tempat mengundi yang telah ditetapkan oleh Pegawai Pengurus Pilihan Raya.
Hanya beberapa individu yang dibenarkan berada di tempat mengira undi iaitu:
> ahli dan pegawai SPR
> pegawai yang dilantik oleh SPR
> kerani mengira undi
> calon, wakil calon dan ejen mengira undi bagi memastikan pengiraan dilakukan dengan adil dan betul.
Pengisytiharaan Pemenang
Selepas undi selesai dikira, penyata pengiraan undi akan dibawa kepada Pegawai Pengurus Pilihan Raya di tempat perjumlahan rasmi.
Keputusan Pilihan Raya akan diumumkan oleh Pegawai Pengurus Kawasan dan calon yang mendapat undi terbanyak diisytiharkan menang.
Pembentukan Kerajaan
Parti yang menang dengan kelebihan kerusi majoriti akan membentuk kerajaan.
Demokrasi Berparlimen
Malaysia mengamalkan sistem Demokrasi Berparlimen di bawah pentadbiran Raja Berperlembagaan dengan Seri Paduka Baginda Yang Di-Pertuan Agong sebagai Ketua Negara. Perlembagaan negara telah digubal dengan mengadakan syarat-syarat untuk pengalaman sistem ini. Salah satu syarat sistem Demokrasi Berparlimen adalah pembahagian kuasa kepada tiga bahagian di dalam pemerintahan, iaitu Perundangan, Kehakiman dan Pentadbiran atau Eksekutif.
Malaysia juga merupakan sebuah negara yang mengamalkan sistem Demokrasi berasaskan kepada sistem Persekutuan. Sehubungan dengan itu, ia bermakna negeri-negeri Perlis, Kedah, Pulau Pinang, Perak , Selangor, Negeri Sembilan, Melaka, Johor, Pahang, Terengganu, Kelantan, Sarawak dan Sabah telah bersetuju dengan konsep penubuhan Negara Malaysia.
Setiap negeri yang terbabit telah menyerahkan sebahagian kuasa masing-masing, seperti kewangan, pertahanan, pelajaran, luar negara dan lain-lain lagi seperti mana yang telah tercatat di dalam Perlembagaan Malaysia yang di tadbir oleh Kerajaan Pusat. Ada perkara-perkara yang dijadikan kuasa negeri dan negeri akan mentadbirkan kuasa.
Sebagai sebuah negara Raja Berperlembagaan, maka diperuntukan oleh Perlembagaan institusi Yang Di-Pertuan Agong, Raja-raja Melayu di sembilan buah negeri dan Majlis Raja-raja. Baginda adalah diberi kuasa untuk memelihara adat istiadat orang Melayu dan Pentadbiran Agama Islam di negeri masing-masing. Seri Paduka Baginda Yang Di-Pertuan Agong adalah Ketua Agama Islam bagi negeri-negeri Pulau Pinang, Sabah, Sarawak, dan Wilayah-wilayah Persekutuan.
Seri Paduka Baginda Yang Di-Pertuan Agong juga menjadi Kepala Utama Negara dan Baginda adalah Pemerintah Tertinggi Angkatan Tentera Negara. Baginda akan menjalankan tugas-tugas dibawah Perlembagaan mengikut nasihat Perdana Menteri atau Jemaah menteri . Raja-raja pula menjadi Ketua Negeri masing-masing dan menjalankan tugas mengikut nasihat Menteri-menteri Besar atau Ketua-ketua Menteri.
Struktur Parlimen Malaysia
Parlimen Malaysia terdiri daripada tiga komponen:-
1. Yang Di-Pertuan Agong
2. Dewan Negara
3. Dewan Rakyat
Sejarah Bangunan Parlimen
Pada bulan Disember 1959, suatu kawasan berhampiran Taman Bunga Kuala Lumpur telah dipilih sebagai tapak untuk membina Kompleks bangunan Parlimen, bangunan yang menjadi simbol kepada dasar-dasar demokrasi yang diamalkan. Dasar-dasar ini pula merupakan hak dan tanggungjawab rakyat memerintah negara mereka sendiri, kebebasan setiap rakyat menyatakan pendapatnya, kebebasan menganut agamanya, keadilan hak yang sama di sisi undang-undang dan hal memiliki harta benda.
Maka pada September 1962 sebuah bukit pada paras 61 meter dari aras laut telah diratakan untuk pembinaan bangunan penuh gemilang ini. Kompleks yang menelan belanja RM18 juta ini adalah hasil ilham Yang Teramat Mulia Tuanku Abdul Rahman Putra Al-Haj, Perdana Menteri Malaysia Pertama.
Perletakan batu asas telah dilakukan oleh Duli Yang Teramat Mulia Sri Paduka Baginda Yang Di-Pertuan Agong, Persekutuan Tanah Melayu Yang Ketiga, Tuanku Syed Putra Al-Haj Ibni Al-Marhum Syed Hassan Jamalullail D.S.M, S.M.N. DK (BRUNEI) pada 31 Ogos 1962 bersamaan 1 Rabiulakhir 1382 seterusnya menandakan kerja-kerja pembinaan telah dimulakan. Pada 21 November 1963 Baginda sekali lagi diberi penghormatan untuk merasmikan pembukaan bangunan ini.
Kompleks ini terdiri daripada dua bahagian terbesar iaitu :-
a. Bangunan Ibu (3 tingkat)
b. Menara (17 Tingkat)
Bangunan Ibu
Bangunan 3 tingkat ini disebut juga sebagai Bangunan Utama. Di dalam bangunan inilah dua dewan persidangan negara iaitu Dewan Rakyat dan Dewan Negara dibina.
Di tingkat pertama dibina kantin berhampiran bilik wartawan dan juga bilik jamuan Ahli-ahli Dewan Rakyat dan Dewan Negara bagi memudahkan pegawai-pegawai, wartawan-wartawan dan tetamu yang hadir ketika persidangan Parlimen untuk makan dan minum.
Reka bentuk Dewan Negara adalah sama dengan Dewan Rakyat tetapi ruangnya kecil sedikit. Bagaimanapun Dewan Negara mempunyai keistimewaannya tersendiri. Jendela-jendelanya lutsinar dengan corak Islam asli daripada mozek merah dan biru.
Di tingkat bawah bangunan ini pula terletak bilik rehat diraja, sebuah surau bulat yang boleh memuatkan 100 jemaah dan sebuah dewan jamuan besar yang boleh memuatkan 500 orang. Saiz dewan Rakyat di atasnya.
Di tingkat kedua pula terdiri daripada dua anjung yang berasingan. Di anjung kiri terdapat dua buah bilik jawatankuasa yang besar. Tiap-tiap bilik mampu memuatkan 30 orang. Selain daripada dua bilik besar terdapat empat bilik kecil yang boleh memuatkan 12 orang. Terdapat juga pejabat-pejabat dan tempatberehat bagi pegawai-pegawai kerajaan serta Persatuan Parlimen Komanwel.
Di anjung kanan terdapat dua bilik makan. Satu bilik khusus untuk Ahli-ahli Parlimen dan yang lainnya untuk tetamu-tetamu serta pegawai-pegawai kerajaan. Ruang dapur terletak di antara dua bilik makan ini. Dapur ini mampu menyediakan makanan bagi 1000 orang tetamu dalam satu masa. Bahagian tengah tingkat kedua ini diselubungi oleh bumbung Dewan Rakyat. Ia dijadikan Taman Sari iaitu tempat Ahli-ahli Parlimen berehat semasa persidangan.
Menara
Menara setinggi 17 tingkat ini terletak di hadapan bangunan ibu, Ia bersambung ke bangunan utama melalui sebuah jambatan dan di dalamnya ditempatkan pejabat para menteri dan ahli -ahli Parlimen yang lengkap dengan segala kemudahan seperti kerusi meja dan pembesar suara ketika sesuatu persidangan berlangsung.
Di tingkat dua menara ini terdapat ruang tempat duduk yang menghala ke arah permandangan padang perbarisan dimana acara sambutan rasmi Parlimen diadakan. Di tingkat enam belas pula terdapat ruang lapang yang menghala ke arah keindahan permandangan sekeliling kawasan Parlimen. Di menara inilah majlis-majlis tidak rasmi diadakan.
Keistimewaan Bangunan Parlimen
Keseluruhan bangunan Parlimen ditutupi dengan kaca yang boleh menyerap haba dan meresapkan cahaya. Kawalan terhadap sinaran matahari dilakukan dengan menutup seluruh bangunan ini dengan terawang berukir yang diperbuat daripada batu konkrit tempatan dan dipasang bahagian demi bahagian. Terawangyang berbentuk sarang lebah itu menambahkan lagi kehebatan bangunan ini.
Pada keseluruhannya lebih daripada sejuta batu-bata, 2,000 tan besi waja, 54,000 tan konkrit, 200,000 kampit simen dan 3000 tan kaca telah digunakan untuk membina kompleks Parlimen.
Sistem pembahagian air yang membekalkan air kolam dan pancurannya merupakan satu lagi ciri keistimewaan bangunan Parlimen di mana air akan mengalir melalui dua sistem yang berangkai. Ia bermula di bahagian bumbung bangunan membawa ke seluruh kompleks. Airnya pula diwarnakan dengan warna biru untuk menjauhkan lumut dan lumpur.
Selain daripada keistimewaan pada bangunannya, kompleks Parlimen turut dihiasi dengan berbagai-bagai jenis tumbuhan dan binatang peliharaan. Pohon-pohon kayu yang jarang ditemui seperti pohon berlian, mata kuching, berangan, nam-nam, selarat dan pohon tamar diimpot khas dari Arab Saudi untuk dipelihara di kawasan sekitar.
Di sebelah kawasan kompleks Parlimen terdapat kawasan lapang yang dijadikan Taman Rusa yang menjadi tempat pemeliharaan berpuluh-puluh ekor spesis rusa Tootal. Spesis rusa ini sememangnya jarang didapati di benua Asia. Rusa-rusa ini dibiarkan bergerak bebas di dalam kawasan lapang taman yang dibatasi oleh sempadan kompleks Parlimen.
Fungsi
Parlimen adalah badan perundangan bagi kerajaan persekutuan, dan ia membuat undang-undang yang boleh dikuatkuasakan di seluruh negara.
Parlimen meluluskan undang-undang persekutuan, membuat pindaan kepada undang-undang persekutuan yang ada, memeriksa dasar-dasar kerajaan, meluluskan perbelanjaan kerajaan dan meluluskan hasil-hasil cukai yang baru.
Parlimen juga menjadi forum kritikan dan fokus pendapat awam mengenai perkara-perkara nasional.
Bagi membolehkan Parlimen menjalankan tanggungjawabnya dengan sepenuhnya dan dengan lebih berkesan, Perlembagaan telah memperuntukkan beberapa hak dan pengecualian yang dipanggil "Keistimewaan Ahli-ahli Parlimen" di dalam Dewan. Keistimewaan ini terpakai bagi kedua-dua Dewan secara keseluruhannya, dan untuk ahli-ahli Parlimen secara individu.
Kedua-dua Dewan berkuasa untuk menggubal prosedur masing-masing, mempunyai kuasa mutlak atas prosiding masing-masing, dan kuasa-kuasa ini tidak boleh dicabar di dalam mana-mana mahkamah, dan Dewan boleh mengenakan hukuman ke atas pelanggaran hak keistimewaan atau "contempt" di dalam Dewan tersebut. Ahli Parlimen adalah terkecuali dari tindakan mahkamah sama ada sivil atau jenayah bagi apa yang dikatakan atau dilakukannya di dalam Dewan, dan pengecualian ini diberi juga kepada sesiapa yang bertindak bagi Dewan itu.
Malaysia juga merupakan sebuah negara yang mengamalkan sistem Demokrasi berasaskan kepada sistem Persekutuan. Sehubungan dengan itu, ia bermakna negeri-negeri Perlis, Kedah, Pulau Pinang, Perak , Selangor, Negeri Sembilan, Melaka, Johor, Pahang, Terengganu, Kelantan, Sarawak dan Sabah telah bersetuju dengan konsep penubuhan Negara Malaysia.
Setiap negeri yang terbabit telah menyerahkan sebahagian kuasa masing-masing, seperti kewangan, pertahanan, pelajaran, luar negara dan lain-lain lagi seperti mana yang telah tercatat di dalam Perlembagaan Malaysia yang di tadbir oleh Kerajaan Pusat. Ada perkara-perkara yang dijadikan kuasa negeri dan negeri akan mentadbirkan kuasa.
Sebagai sebuah negara Raja Berperlembagaan, maka diperuntukan oleh Perlembagaan institusi Yang Di-Pertuan Agong, Raja-raja Melayu di sembilan buah negeri dan Majlis Raja-raja. Baginda adalah diberi kuasa untuk memelihara adat istiadat orang Melayu dan Pentadbiran Agama Islam di negeri masing-masing. Seri Paduka Baginda Yang Di-Pertuan Agong adalah Ketua Agama Islam bagi negeri-negeri Pulau Pinang, Sabah, Sarawak, dan Wilayah-wilayah Persekutuan.
Seri Paduka Baginda Yang Di-Pertuan Agong juga menjadi Kepala Utama Negara dan Baginda adalah Pemerintah Tertinggi Angkatan Tentera Negara. Baginda akan menjalankan tugas-tugas dibawah Perlembagaan mengikut nasihat Perdana Menteri atau Jemaah menteri . Raja-raja pula menjadi Ketua Negeri masing-masing dan menjalankan tugas mengikut nasihat Menteri-menteri Besar atau Ketua-ketua Menteri.
Struktur Parlimen Malaysia
Parlimen Malaysia terdiri daripada tiga komponen:-
1. Yang Di-Pertuan Agong
2. Dewan Negara
3. Dewan Rakyat
Sejarah Bangunan Parlimen
Pada bulan Disember 1959, suatu kawasan berhampiran Taman Bunga Kuala Lumpur telah dipilih sebagai tapak untuk membina Kompleks bangunan Parlimen, bangunan yang menjadi simbol kepada dasar-dasar demokrasi yang diamalkan. Dasar-dasar ini pula merupakan hak dan tanggungjawab rakyat memerintah negara mereka sendiri, kebebasan setiap rakyat menyatakan pendapatnya, kebebasan menganut agamanya, keadilan hak yang sama di sisi undang-undang dan hal memiliki harta benda.
Maka pada September 1962 sebuah bukit pada paras 61 meter dari aras laut telah diratakan untuk pembinaan bangunan penuh gemilang ini. Kompleks yang menelan belanja RM18 juta ini adalah hasil ilham Yang Teramat Mulia Tuanku Abdul Rahman Putra Al-Haj, Perdana Menteri Malaysia Pertama.
Perletakan batu asas telah dilakukan oleh Duli Yang Teramat Mulia Sri Paduka Baginda Yang Di-Pertuan Agong, Persekutuan Tanah Melayu Yang Ketiga, Tuanku Syed Putra Al-Haj Ibni Al-Marhum Syed Hassan Jamalullail D.S.M, S.M.N. DK (BRUNEI) pada 31 Ogos 1962 bersamaan 1 Rabiulakhir 1382 seterusnya menandakan kerja-kerja pembinaan telah dimulakan. Pada 21 November 1963 Baginda sekali lagi diberi penghormatan untuk merasmikan pembukaan bangunan ini.
Kompleks ini terdiri daripada dua bahagian terbesar iaitu :-
a. Bangunan Ibu (3 tingkat)
b. Menara (17 Tingkat)
Bangunan Ibu
Bangunan 3 tingkat ini disebut juga sebagai Bangunan Utama. Di dalam bangunan inilah dua dewan persidangan negara iaitu Dewan Rakyat dan Dewan Negara dibina.
Di tingkat pertama dibina kantin berhampiran bilik wartawan dan juga bilik jamuan Ahli-ahli Dewan Rakyat dan Dewan Negara bagi memudahkan pegawai-pegawai, wartawan-wartawan dan tetamu yang hadir ketika persidangan Parlimen untuk makan dan minum.
Reka bentuk Dewan Negara adalah sama dengan Dewan Rakyat tetapi ruangnya kecil sedikit. Bagaimanapun Dewan Negara mempunyai keistimewaannya tersendiri. Jendela-jendelanya lutsinar dengan corak Islam asli daripada mozek merah dan biru.
Di tingkat bawah bangunan ini pula terletak bilik rehat diraja, sebuah surau bulat yang boleh memuatkan 100 jemaah dan sebuah dewan jamuan besar yang boleh memuatkan 500 orang. Saiz dewan Rakyat di atasnya.
Di tingkat kedua pula terdiri daripada dua anjung yang berasingan. Di anjung kiri terdapat dua buah bilik jawatankuasa yang besar. Tiap-tiap bilik mampu memuatkan 30 orang. Selain daripada dua bilik besar terdapat empat bilik kecil yang boleh memuatkan 12 orang. Terdapat juga pejabat-pejabat dan tempatberehat bagi pegawai-pegawai kerajaan serta Persatuan Parlimen Komanwel.
Di anjung kanan terdapat dua bilik makan. Satu bilik khusus untuk Ahli-ahli Parlimen dan yang lainnya untuk tetamu-tetamu serta pegawai-pegawai kerajaan. Ruang dapur terletak di antara dua bilik makan ini. Dapur ini mampu menyediakan makanan bagi 1000 orang tetamu dalam satu masa. Bahagian tengah tingkat kedua ini diselubungi oleh bumbung Dewan Rakyat. Ia dijadikan Taman Sari iaitu tempat Ahli-ahli Parlimen berehat semasa persidangan.
Menara
Menara setinggi 17 tingkat ini terletak di hadapan bangunan ibu, Ia bersambung ke bangunan utama melalui sebuah jambatan dan di dalamnya ditempatkan pejabat para menteri dan ahli -ahli Parlimen yang lengkap dengan segala kemudahan seperti kerusi meja dan pembesar suara ketika sesuatu persidangan berlangsung.
Di tingkat dua menara ini terdapat ruang tempat duduk yang menghala ke arah permandangan padang perbarisan dimana acara sambutan rasmi Parlimen diadakan. Di tingkat enam belas pula terdapat ruang lapang yang menghala ke arah keindahan permandangan sekeliling kawasan Parlimen. Di menara inilah majlis-majlis tidak rasmi diadakan.
Keistimewaan Bangunan Parlimen
Keseluruhan bangunan Parlimen ditutupi dengan kaca yang boleh menyerap haba dan meresapkan cahaya. Kawalan terhadap sinaran matahari dilakukan dengan menutup seluruh bangunan ini dengan terawang berukir yang diperbuat daripada batu konkrit tempatan dan dipasang bahagian demi bahagian. Terawangyang berbentuk sarang lebah itu menambahkan lagi kehebatan bangunan ini.
Pada keseluruhannya lebih daripada sejuta batu-bata, 2,000 tan besi waja, 54,000 tan konkrit, 200,000 kampit simen dan 3000 tan kaca telah digunakan untuk membina kompleks Parlimen.
Sistem pembahagian air yang membekalkan air kolam dan pancurannya merupakan satu lagi ciri keistimewaan bangunan Parlimen di mana air akan mengalir melalui dua sistem yang berangkai. Ia bermula di bahagian bumbung bangunan membawa ke seluruh kompleks. Airnya pula diwarnakan dengan warna biru untuk menjauhkan lumut dan lumpur.
Selain daripada keistimewaan pada bangunannya, kompleks Parlimen turut dihiasi dengan berbagai-bagai jenis tumbuhan dan binatang peliharaan. Pohon-pohon kayu yang jarang ditemui seperti pohon berlian, mata kuching, berangan, nam-nam, selarat dan pohon tamar diimpot khas dari Arab Saudi untuk dipelihara di kawasan sekitar.
Di sebelah kawasan kompleks Parlimen terdapat kawasan lapang yang dijadikan Taman Rusa yang menjadi tempat pemeliharaan berpuluh-puluh ekor spesis rusa Tootal. Spesis rusa ini sememangnya jarang didapati di benua Asia. Rusa-rusa ini dibiarkan bergerak bebas di dalam kawasan lapang taman yang dibatasi oleh sempadan kompleks Parlimen.
Fungsi
Parlimen adalah badan perundangan bagi kerajaan persekutuan, dan ia membuat undang-undang yang boleh dikuatkuasakan di seluruh negara.
Parlimen meluluskan undang-undang persekutuan, membuat pindaan kepada undang-undang persekutuan yang ada, memeriksa dasar-dasar kerajaan, meluluskan perbelanjaan kerajaan dan meluluskan hasil-hasil cukai yang baru.
Parlimen juga menjadi forum kritikan dan fokus pendapat awam mengenai perkara-perkara nasional.
Bagi membolehkan Parlimen menjalankan tanggungjawabnya dengan sepenuhnya dan dengan lebih berkesan, Perlembagaan telah memperuntukkan beberapa hak dan pengecualian yang dipanggil "Keistimewaan Ahli-ahli Parlimen" di dalam Dewan. Keistimewaan ini terpakai bagi kedua-dua Dewan secara keseluruhannya, dan untuk ahli-ahli Parlimen secara individu.
Kedua-dua Dewan berkuasa untuk menggubal prosedur masing-masing, mempunyai kuasa mutlak atas prosiding masing-masing, dan kuasa-kuasa ini tidak boleh dicabar di dalam mana-mana mahkamah, dan Dewan boleh mengenakan hukuman ke atas pelanggaran hak keistimewaan atau "contempt" di dalam Dewan tersebut. Ahli Parlimen adalah terkecuali dari tindakan mahkamah sama ada sivil atau jenayah bagi apa yang dikatakan atau dilakukannya di dalam Dewan, dan pengecualian ini diberi juga kepada sesiapa yang bertindak bagi Dewan itu.
Langgan:
Catatan (Atom)